
Cara kami memilih Merbau untuk decking
Ketebalan, jarak antar balok, dan permukaan bukan pilihan bebas. Ketiganya menentukan kekuatan dan kenyamanan dek.
Kami merangkum hal yang perlu disiapkan pemborong saat mengajukan permintaan Merbau dalam jumlah besar agar spesifikasi, legalitas, dan jadwal proyek selaras.

Saat pemborong mengajukan Merbau untuk proyek, kami mulai dari gambaran pemakaian, bukan dari asumsi ukuran. Kami mencatat jenis pekerjaan, misalnya decking, rangka luar, atau kusen, lalu tebal, lebar, panjang, dan profil yang diinginkan. Jika gambar kerja sudah ada, daftar potong membantu kami membaca jumlah batang per ukuran, bukan hanya total kasar. Nama kayu sebaiknya ditulis Merbau beserta nama ilmiah Intsia bila dokumen proyek memintanya, agar tidak tertukar dengan jenis lain yang sekilas serupa. Catatan pemakaian ini juga membantu kami memisahkan papan struktur dari papan yang hanya tampil di permukaan.
Untuk papan yang sudah dikeringkan oven, kadar air yang kami jadikan acuan berada pada kisaran 12 sampai 15 persen. Merbau lazim digolongkan kelas kuat I dan kelas awet I, sehingga sering dipilih untuk area yang terkena beban dan cuaca. Kedua kelas itu kami tulis di lembar spesifikasi agar pengawas proyek bisa mencocokkan mutu dengan rencana. Jika lokasi sangat lembap, kondisi lapangan sejak awal membantu kami menyesuaikan urutan pengeringan dan penyimpanan sebelum kayu keluar dari bengkel.
Permintaan dalam jumlah besar kami tinjau bersama bukti legalitas kayu. Sistem Verifikasi Legalitas Kayu, atau SVLK, menjadi acuan yang biasa diminta pemilik proyek dan pengawas. Berita penertiban kayu Merbau di Papua mengingatkan kami bahwa rantai pasok yang jelas melindungi pemborong dari sengketa di kemudian hari. Karena itu, kami perlu tahu apakah proyek mewajibkan salinan dokumen legalitas, dan apakah pasokan ini akan menyambung pekerjaan yang sudah berjalan.
Kami tidak meminta angka yang tidak perlu. Yang kami perlukan adalah volume dalam meter kubik atau jumlah batang, alamat proyek, dan rentang waktu pemasangan. Rentang waktu membantu kami menyusun antrean pengeringan dan pemotongan tanpa menebak prioritas. Jika ada tahap pekerjaan, misalnya area publik lebih dulu lalu area servis, urutannya kami catat. Dengan begitu peninjauan kami mengikuti ritme lapangan, bukan hanya urutan pesan yang masuk.
Profil papan menentukan cara kami menghitung bahan. Kami menanyakan apakah permukaan memakai E4E, S4S, atau sambungan lidah dan alur. Untuk decking, arah serat, sisi halus, dan adanya alur anti licin perlu disebut supaya hasil akhir seragam. Toleransi ukuran yang diterima pengawas juga kami catat, karena selisih kecil pada banyak batang akan terlihat di sambungan. Sisa potong dari daftar kerja sebaiknya dihitung oleh tim lapangan, lalu angka bersihnya yang dikirim kepada kami, sehingga kami tidak menafsirkan cadangan secara sepihak. Bila ada campuran panjang, ukuran yang sama dapat dikelompokkan agar pemotongan kami tidak meloncat dari satu daftar ke daftar lain.
Setelah berkas lengkap, kami membandingkan spesifikasi dengan kemampuan bengkel di Mojokerto, termasuk pengeringan oven dan perataan profil. Pertanyaan yang masih terbuka kami balas satu per satu, misalnya kadar air target, kelas kuat, kelas awet, dan bentuk dokumen legalitas. Baru setelah itu kami mengunci daftar ukuran yang akan dikerjakan. Menyamakkan istilah profil dan mutu sejak awal membuat peninjauan lebih tenang bagi tim lapangan maupun tim kami di bengkel. Kami juga menandai bagian yang perlu contoh potongan bila pengawas ingin menyamakan warna dan serat sebelum volume penuh dikerjakan.
Kami membutuhkan spesifikasi ukuran, profil, perkiraan volume, lokasi proyek, dan jadwal kebutuhan. Jika tersedia, dokumen legalitas kayu seperti SVLK membantu kami mencocokkan pasokan yang sah.
Untuk papan yang dikeringkan oven, kadar air yang biasa kami jadikan acuan ada pada kisaran 12 sampai 15 persen. Angka ini membantu mengurangi risiko susut dan retak setelah pemasangan di lapangan.
Merbau umumnya masuk kelas kuat I dan kelas awet I menurut penggolongan kayu Indonesia. Kelas kuat berkaitan dengan kemampuan menahan beban, sedangkan kelas awet berkaitan dengan ketahanan terhadap jamur dan serangga.
Kami mencocokkan ukuran, profil, kadar air, dan dokumen legalitas dengan kapasitas pengerjaan bengkel. Jika ada bagian yang belum jelas, kami menanyakan ulang sebelum menyusun rencana pemotongan.
Kirim ukuran, jumlah, dan kota tujuan. Ketersediaan serta pengiriman dikonfirmasi lewat WhatsApp.